View Categories

Maintenance Level

Fitur Maintenance Level berfungsi untuk mengelompokkan dan mengidentifikasi tingkat urgensi atau prioritas dari suatu aktivitas perawatan kendaraan (maintenance). Klasifikasi ini digunakan dalam pengelolaan tugas perawatan kendaraan untuk membantu teknisi maupun manajemen dalam menentukan skala prioritas penanganan.

Elemen Tampilan Maintenance Level
Pada halaman utama Maintenance Level, sistem menampilkan daftar level prioritas yang telah tersedia. Masing-masing entri dilengkapi dengan informasi sebagai berikut:

Name
Nama level perawatan yang digunakan untuk menunjukkan seberapa penting atau kritis suatu masalah atau aktivitas maintenance. Contoh: No Priority, Low, Medium, High, Critical.

Code
Kode singkat sebagai identifikasi internal untuk masing-masing level. Contoh: NP, LO, MD, HI, CRIT.

Issues
Jumlah masalah (issue) yang sedang terasosiasi dengan level tersebut. Informasi ini ditampilkan untuk memberikan konteks penggunaan level tertentu dalam sistem.

Enable Status
Status aktif atau tidaknya level tersebut dalam sistem. Ditandai dengan ikon centang jika level tersebut aktif dan dapat digunakan.

Penjelasan Masing-Masing Level
No Priority
Kode: NP
Deskripsi: Tidak ada prioritas. Digunakan untuk kondisi netral atau ketika level belum ditentukan.

Status: Default.
Low
Kode: LO
Deskripsi: Dampak kecil (Minor impact). Tidak perlu segera ditindaklanjuti.
Contoh penggunaan: Goresan ringan pada bodi kendaraan.

Medium
Kode: MD
Deskripsi: Tidak mengganggu fungsi utama kendaraan (Does not impair vehicle function), namun perlu penanganan terjadwal.
Contoh penggunaan: Kerusakan pada aksesoris non-vital.

High
Kode: HI
Deskripsi: Fungsi utama kendaraan terganggu (Major functionality impaired).
Contoh penggunaan: Masalah pada sistem pengereman.

Critical
Kode: CRIT
Deskripsi: Kendaraan tidak dapat digunakan. Masalah ini berdampak langsung terhadap keselamatan atau operasional (Out of service, safety issue).
Contoh penggunaan: Kerusakan sistem kelistrikan utama atau mesin mati total.

Fungsi dan Implementasi
Maintenance Level ini digunakan sebagai komponen pendukung dalam fitur-fitur seperti Maintenance Type, Maintenance Schedule, dan pelaporan kerusakan kendaraan.

Penetapan level prioritas ini memungkinkan sistem untuk:
Mengatur jadwal pengerjaan berdasarkan tingkat urgensi.
Menyusun daftar pekerjaan teknisi.
Mengelola eskalasi masalah kendaraan secara sistematis.
Menyediakan data analisis performa dan efektivitas pengelolaan armada.